Posisi kamu di : Depan

Pencarian



Yang sedang Online

We have 36 guests online
Aksi cinta Hielmy (cerpen)

Hielmy adalah anak berusia 4 tahun yang paling menyebalkan di seantaro dunia, bayangkanlah Setiap tindakan dia rasanya tidak ada satupun yang menyenangkan bagiku, kalau boleh memprosentasekan sih 99,9 % deh menyebalkan. Sebenarnya keberadaanku di sini bukanlah keluarga, sebab Hielmy adalah anaknya ibu asrama yang aku tempati saat ini, selama 6 tahun aku tinggal di asrama, selama iitupulalah aksi Hielmy membuatku harus berpikir 1000 kali bagaimana cara mencari ketenangan.

*** 
Pertama aku menginjak tempat ini, di asrama ini.. aku di sambut oleh ibu kost yang ramah tamah dan satu lagi yang membuatku senang gembira adalah ada seorang anak yang imut, aku berpikir, sesekali aku bisa bermain dengan anak-anak itu untuk menghilangkan bete hehehhe.
Sehari..dua hari..tiga hari… seminggu dua minggu, tiga minggu bahkan setahun sudah aku di sini dan sepertinya Hielmy anak itu sudah sangat dekat dngan ku, kedekatanya seperti adik kakak sehingga orang tua anak itu mempercayaiku seratus persen untuk dengannya kalau ada apa-apa atau bepergian, maka akulah yang akan menjadi tempat penitipan lah (katakan itu) Bukan menjadi hal yang aneh kalau Hielmy secara psikologis dekat dengan ku karena keadaan waktu yang rentang lama, jadi interaksi antara aku dan Hielmy sudah menjadi seperti kakak dengan adik, tapi yaaa sayangnya itu tadi, buandeeeel tenan, karena kebandelannnya itulah yang mmbuatku merasa pusiiiing tujuh keliling bahlkan lebih, berklai kali harus harus di uji dengan kesabaran karena kerewelan dan kerewelan teruuuus kerewelannya sungguh payah dia, apalagi saat saat sakit bahkan lebih manja, dari semula kalau tidak diturutkan juga huuuuh… bakalan kena timpuk tangan nih kepala, saat inilah aku di uji pikir positif ku, semakin lama aku di sini semakin tahulah siapa hielmy dan seperti apa dia, ternyata dia adalah sesosok anak yang nakal nya minta ampun dan…. bahkan aku sempat ingin cepat-cepat keluar dari tempat ini karena aksinya yang menyebalkan.

*** 
Hari ini… kedua orang tuanya bepergian keluar
kota untuk suatu urusn penting
“bang ambilin mas minum dong” pinta Hielmy suatu saat
“oh, mas haus toh?” tanyaku.
“iya”
Aku segera mengambil segelas air putih, Hielmy bukannya langsung meminum nya malah melototin tuh gelas beberapa saat seperti orang lagi menyelidiki kuman di laboratarium, selang beberapa saat
“ah, mas enggak mau”
“lho kok, emangnya kenapa toh mas?” tanyaku heran
“iiiiih, inimah banyak debunya, kotor berkuman tuh kata bu guru” jawab Hielmy
Huhhh menyebalkan banget, orang airnya bersih kok di bilang kotor, enak aja apa enggak melihat air sekinclong ini, huh… Buru-buru aku ke dapur mengganti lagi air yang di minta tuan raja dan…
“ada apa lagi toh mas?” tanyaku heran ketika melihat aksi Hielmy si bocah kecil nan manja itu menimang-nimang gelas air, entah mau di apakan Lagi.
“bang?”
“ada apa?”
“airnya kepenuhan nih”
“enggak apa-apa, kalau enggak habis, nanti abang habiskan deh”
“ah, enggak mau pokoknya pengan yang airnya sedikit”
Ya allah kenapa engkau memberikan hamba saudara serewel ini sih.
Dengan hati jengkel, Akhirnya aku kembali ke dapur untuk mengurangi porsi air yang katanya sih terlalau banyak, apa iyah?? Apa karena segelas itu terlalu banyak???duh….
“ada apalagi “ tanyku saat segelas air kini di timang-timang lagi,
Entah apa yang di pikirkan oleh anak itu, awas saja kalau ngomong kurang lagi.
“bang?”
”kenapa mas?”
“airnya sedikit banget sih”
tuh…
kan beneran dia ngomong lagi.
“duh, pengenya mas tuh berapa banyak sih?”
“ya setengah ajalah”
“lha, ngomong dari tadi kek”
Bolak balik aku mencari porsi air yang sesuai dengan request nya tuan, akhirnya…..
Itu adalah beberapa kasus yang aku rasakan, bandel dan cerewet adalah hal yang biasa, aku cuman enggak habis pikir aja, apakah iya dia cocok untuk menjadi teman mainku? ah…aku rasa tidak.

***
“aaaaaaaargh… toloooooong” Aku berlari mencari sumber suara, Hielmy menjerit histeris seolah ketakutan atau apalah itu membuatku khawatir, kok bisa? Lha iyalah wong anak kecil, pas aku masuk ke dalam kamar mungilnya, aku mendapati Hielmy sedang nangis sesenggukan dan kini memelukku ketakutan, karena di ujung jari kakinya di hinggapi seekor kecoa
“toloooong, bang.. mas takut”
“iya iya.. abang di sini, hush… hush… hus…” kataku sambil mengusir kecoa jahil itu.
“jangan, jangan di usir di tangkap aza”
“yeeee, jangan lah,.. usir aja biar pergi , katanya mas takut toh? “
”enggak, pokoknya mas pengen abang menangkapnya”
“hush… ada-ada aja, abang enggak mau lah suruh nangkap kecoa jijik toh mas”
“engggaak, pokoknya enggak mau, mas pengen abang nangkap kecoa itu, cepeeeeeet hiks hiks hik…” beberapa kali Hielmy teriak dengan volume besar.
Dengan sangat terpaksa aku menangkap kecoa itu,ugh… Padahal jijik abiz, bau lagi.. duh… capek deeeeh pulang sekolah bukannya makan, tidur, malah mengurusi anak yang tidak berguna sungguh terlalu. Kalau bukan aku tapi.. siapa lagi yang mau menemani nya, toh.. kedua orang tuanya sibuk, hihihihihi
Karena terlalu malas dengan kejadian demi kejadian yang membuat ku setres, kini aku lebih sering menjauh dari anak itu, kadang sesekali aku bersikap sombong dan angkuh padana, tapi.. heran, tuh anak teteeep saja mauna nempeeel terus, padahal aku piker apa istimewanya aku??? Hhhhhhh… aku hanya berdo’a dan terus berdo’a semoga aku seceptnya bisa pergi titik.
***
Tiga  tahun, aku sudah bebas dari kotsan itu, kini aku kuliah disuatu perguruan tinggi di kota palembang, dan Hhhhhhhhhh… kenapa ada kerinduan yang amat sangat dalam terhadap anak itu, terhadap semua kegiatan bandelnya, sungguh aku rindu sekali, tapi… sayang jarak aku dan dia telah di pisah dengan lautan, saat ini dia tinggal di jawa sedangkan aku di palembang, sekarang baru aku sadar ternyata beberapa silam yang lalu adalah aksi cintanya ielmy untuk memberikan tentang pentingnya memahami psikologi anak.

 
< Prev   Next >

Kata Mutiara

Jangan engkau percaya melihat kegagahan seorang lelaki. Tetapi jika mereka teguh memegang amanah dan menahan tangannya daripada menganiayai sesamanya, itulah lelaki yang sebenarnya
 

Komentar

***************

eXTReMe Tracker